IMG-LOGO

“Thethek” atau Gema Sahur Karangtaruna Desa Gunungpring

Create By 07 April 2023 381 Views

“Thethek” atau Gema Sahur adalah gema suara anak masjidan, disebut masjidan karena biasanya mereka minep di masjid, musholla atau langgar, surau, atau sering juga disebut (ngalong) karena biasanya malamnya ngaji, paginya pulang. 

Thethek adalah apresiasi para pemuda masjid dimaksud yang sedang keliling kampung untuk membangunkan sahur, disebut thethek karena bahan alat tersebut dibuat dari bambu yang diberi lubang halnya kentongan, yang dipukul dengan menggunakan kayu atau belahan bambu yang menimbulkan bunnyi "thek, thek... thek. ". 

Dari suara itulah kemudian oleh masyarakat kampung disebut thethek. Disebut anak masjidan karena mereka biasanya minep di masjid malam harinya, dengan tidak membawa bekal apapun dari makanan, kecuali baju yang digunakan, jika misalnya masjid tersebut dilingkungan pesantren malamnya terkadang ikut kajian kitabnya yang mana pada saat sekitar sahur, mulailah keliling membangunkan warga sekitar, dengan kekompakan memukul thethek yang disiapkan nya dengan pukulan kompak.

Tradisi thethek sebagai bentuk rasa gembira ria datangnya bulan Ramadhan, atau memperingati bulan Ramadhan di malam hari pada waktu sahur. Adanya thethek hanya di malam Ramadhan saja tidak pada malam lainnya selain bulan Ramadhan. 

Maka dari itu Kami Karang Taruna Gunungpring mengadakan thethek keliling yang bertujuan membangunkan warga sekitar juga sekaligus menjalin silaturahmi pemuda antar dusun se Kelurahan Gunungpring. Sebuah ekspresi kegembiraan di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah akan haramkan jasadnya untuk masuk kedalam api neraka" (HR.Bukhari Muslim). 

 

Suara thethek yang begitu meriah karena dipukul secara bersama-sama serempak sambil keliling Desa Gunungpring begitu nyaring sehingga dapat mudah didengarkan oleh orang-orang yang hendak bangun sahur, ditambah dengan kemeriahan shalawatan, berbagai perkusi dan gamelan yang semaraknya menggema seantero sudut-sudut pojok desa, sampai pada titik rasa cinta terhadap saudara-saudara seiman dan setaqwa. 

Dengan pukulan demi pukulan suara thethek yang kian menggema, menjadi semarak sahur semakin terasa nilai-nilai kebersamaannya yaitu saling mengingatkan dan saling perhatian. 

Yang sudah bangun mempersiapkan diri untuk sahur dan yang belum bangun untuk segera bangun mengambil sahur, tradisi thethek pada masa sebelum adanya listrik.

Keberkahan Ramadhan semakin terasa dengan suasana meriah kebersamaan tersebut, perasaan berat untuk tidak bangun sahur tiba-tiba terbangun dan dengan serentak. Selain itu juga menguji keimanan kita, apakah kita termasuk orang yang benar-benar berniat untuk mencari keberkahan di waktu sahur atau justru sebaliknya. 

 

Saat ini, tradisi thethek semakin kreatif dan maju. Dulu hanya menggunakan bambu yang berlubang, yang dipukul sederhana secara bersama-sama, yang menghasilkan gema suara serasa tradisi yang khas di masyarakat perkampungan.

Perkembangan zaman yang semakin canggih, sekarang tidak hanya menggunakan bamboo tapi juga menggunakan alat drumband, angklung dan juga sound yang menjadikan tradisi “Thethek” atau Gema Sahur semakin ramai dan gayeng untuk membangunkan warga muslim sahur.

Karang Taruna Desa Gunungpring setiap hari Minggu menjalankan tradisi “Thethek” atau Gema Sahur ini yang bertujuan membangunkan warga sekitar juga sekaligus mensolidkan dan menjalin silaturahmi pemuda antar dusun se Kelurahan Gunungpring.

“Thethek” atau Gema Sahur perwakilan pemuda antar dusun se Kelurahan Gunungpring sudah berjalan setiap tahunnya. Rute yang dilewati yaitu jalan alternatif setiap dusun se Kelurahan Gunungpring dan menggunakan armada mobil ada juga yang menggunakan thossa atau sepeda motor dengan swadaya yang ditanggung setiap dusun masing-masing, dan yang terpenting gayeng serta aman.

 

Mari kita bersama-sama mencari keberkahan di bulan Ramadhan dengan banyak cara, dari puasanya di siang hari, dari sahurnya pada malam hari, dari tadarusnya yang biasanya mungkin hanya membaca Al-Qur'an setelah shalat saja namun pada Ramadhan terkadang lebih banyak membacanya pada saat-saat luang, dari malam Lailatul Qadarnya yang ditunggu pada malam-malam ganjil, dari Nuzulul Qur'an nya dengan peringatan malam besar tapak tilas perjalanan baginda Rasul yang menemui awal turunnya wahyu, dari i'tikafnya yang kerap dilakukan di masjid-masjid demi mencari keberkahan Ramadhan maupun dari Shadaqah nya yang terkadang sering berbagi kepada guru, orang tua dan sanak saudara tetangga, Zakatnya yang memang merupakan haul yang harus dikeluarkan, dan dzikirnya maupun silaturahmi nya, sungguh luas keberkahan Ramadhan, semoga kita semua dapat menemuinya dengan kesempurnaan nya.

Aamiin

 

follow us:

https://www.instagram.com/reel/CqgnXRThNB4/?utm_source=ig_web_copy_link

Instagram : @gunungpring.muntilan

https://www.instagram.com/gunungpring.muntilan/

#desagunungpring #gunungpringsatu #karangtarunadesagunungpring #gunungpringgayeng #desadigital #desacerdas #desawisata #desareligi #guyuprukun #gayengbersatu